Kontak Kami

( pcs) Checkout

Toko Alat Kesehatan Mastha Medica Menyediakan berbagai macam alat kesehatan, diantaranya : kolostomi bag, stetoskop, nebulizer, kursi roda, alat cauter, walker, tongkat kruk, instrumen medis, timbangan, termometer, tensimeter, dll. Informasi selengkapnya, klik link berikut http://www.masthamedica.com/ Informasi lainnya, bisa buka link http://alatmediskesehatan.com Kami senang jika bisa melayani Anda Melayani Anda Layaknya Saudara
Beranda » Artikel & Tips Kesehatan » Ventolin Nebulizer: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Ventolin Nebulizer: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Diposting pada 7 January 2020 oleh mastha mark

Ventolin nebulizer adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit pada saluran pernafasan seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Ventolin nebulizer termasuk obat golongan agonis adrenoreseptor beta-2 selektif kerja pendek pada otot-otot bronkus (short acting beta-adrenergic receptor agonist). Obat ini merupakan obat yang berfungsi membuka saluran pernafasan bronkus (bronkodilator) dengan melemaskan otot-otot di sepanjang saluran pernafasan.

Berikut ini adalah informasi lengkap ventolin nebulizer yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik

Glaxo wellcome

golongan

Harus dengan resep dokter

kemasan

ventolin nebulizer dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • dos 20 ampul 2.5 mg

kandungan

tiap kemasan ventolin nebulizer mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Salbutamol 2.5 mg/ 2.5 ml NaCl

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Salbutamol adalah obat yang digunakan untuk mengurangi pelebaran otot bronkus seperti pada asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Salbutamol adalah obat sistem saluran nafas yang termasuk golongan perangsang kinerja adrenoreseptor beta-2 selektif kerja pendek (short acting beta-adrenergic receptor agonist). Obat ini bekerja dengan cara merangsang secara selektif reseptor beta-2 adrenergik terutama pada otot  bronkus. hal ini menyebabkan terjadinya pelebaran otot bronkus karena otot bronkus mengalami relaksasi.

Indikasi

Kegunaan ventolin nebulizer ( salbutamol ) adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Ventolin nebulizer (salbutamol) umumnya digunakan untuk mengobati bronkospasme (misalnya penyakit asma karena alergi tertentu, asma bronkial, bronkitis asmatis, emfisema pulmonum), dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Obat ini bisa digunakan untuk mengobati hiperkalemia akut karena kemampuannya merangsang aliran kalium ke dalam sel sehingga konsentrasi kalium dalam darah berkurang.
  • Untuk pengobatan kejang bronkus pada pasien yang memiliki penyakit jantung  atau tekanan darah tinggi, ventolin nebulizer (salbutamol) lebih dipilih karena bekerja lebih lama dan lebih aman, dibanding beta-2 adrenergic lainnya.

Kontra indikasi

  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif (alergi) pada salbutamol atau obat agonis adrenoreseptor beta-2 lainnya.
  • pasien dengan risiko penyakit jantung iskemik, kehamilan kurang dari 22 minggu, kehamilan dengan risiko seperti infeksi , perdarahan, plasenta previa, preeklamsia berat, eklamsia berat dan ibu dengan abortus iminens (keguguran dipertahankan).

Efek samping

Secara umum obat ini bisa ditoleransi dengan baik. Berikut adalah beberapa efek samping ventolin nebulizer (salbutamol) yang mungkin terjadi :

  • Efek samping yang umum adalah nadi meningkat, nyeri dada, denyut jantung cepat, tremor terutama pada tangan, kram otot, sakit kepala dan gugup.
  • Efek samping lain yang sering terjadi diantaranya : pelebaran pembuluh darah jaringan, aritmia (gangguan irama jantung) , ganguan tidur dan gangguan tingkah laku.
  • Efek samping yang lebih berat tetapi kejadiannya jarang misalnya bronkospasme paradoksikal, urtikaria (biduran) , angioedema (pembengkakan pembuluh darah akibat reaksi berat) , dan hipotensi (tekanan darah menurun).
  • Seperti agonis adrenoseptor beta-2 lainnya, salbutamol juga bisa menyebabkan hipokalemia (kalium darah menurun) terutama jika diberikan pada dosis tinggi.
  • Penggunaan dosis tinggi telah dilaporkan memperburuk diebetes melitus dan ketoasidosis.

Perhatian

hal-hal yang perlu diperhatikan pasien jika menggunakan ventolin nebulizer (salbutamol) adalah sebagai berikut :

  • Hentikan pemakaian dengan segera jika anda mengalami reaksi alergi, seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan,demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya, karena bisa berakibat yang lebih fatal.
  • Obat ini bisa menyebabkan bronkospasme paradoks yang bisa mengancam nyawa. Jika bronkospasme terjadi segera hentikan pemakaian obat dan hubungi dokter.
  • Pada dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan hipokalemia, terutama pada pasien dengan gagal ginjal dan orang-orang yang sedang menggunakan obat diuretik tertentu atau obat turunan xanthine.
  • Seperti semua amina simpatomimetik, obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien dengan gangguan kardiovaskular terutama insufisiensi koroner, aritmia jantung, dan hipertensi.
  • Pasien dengan hipertiroidisme juga harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • Seperti obat-obat agonis adrenoseptor beta-2 obat ini harus digunakan dengan hati-hati pada penderita diabetes melitus karena beresiko terjadinya ketoasidosis. Pemantauan kadar glukosa darah perlu dilakukan.
  • Belum diketahui apakah salbutamol diekskresikan dalam air susu ibu. Pada studi hewan obat ini telah diketahui memiliki potensi tumorigenicity sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat pilihan yang lebih aman atau diberikan dengan jarak yang cukup antara menyusui dan penggunaan obat.
  • Keamanan dan efektivitas pada pasien usia 4 tahun atau kurang belum diketahui.

Penggunaan oleh ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan salbutamol kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Penelitian pada hewan memang tidak selalu bisa digunakan sebagai acuan keamanan obat oleh manusia. Namun efek buruk obat ini pada janin hewan harus menjadi perhatian serius jika ingin menggunakan obat ini pada wanita hamil.

Penggunaan salbutamol oleh ibu hamil hanya untuk tujuan tertentu misalnya mencegah kelahiran prematur bilamana manfaat yang diperoleh lebih besar daripada resiko yang mungkin terjadi.

interaksi obat

Berikut adalah interaksi obat-obat dengan kandungan zat aktif salbutamol dengan obat-obat lain :

  • Pemberian bersamaan dengan bronkodilator simpatomimetik kerja pendek lain tidak boleh dilakukan karena bisa memberikan efek yang sangat buruk pada sistem kardiovaskular.
  • Obat-obat beta-2 antagonis menghambat kerja salbutamol.
  • Obat-obat golongan beta-blocker non-selektif seperti propranolol, tidak bisa diberikan bersamaan dengan salbutamol, karena obat beta bloker meningkatkan efek penyempitan saluran bronkus pada pasien asma.
  • Monoamine oksidase inhibitor atau antidepresan trisiklik dapat memperkuat efek salbutamol pada sistem kardiovaskular. Diantaranya bisa memicu hipertensi berat.
  • Bila diberikan bersama atomoksetin, resiko efek samping pada sistem kardiovaskular meningkat.
  • salbutamol dapat menurunkan konsentrasi digoksin dalam plasma.
  • Pemberian bersamaan dengan metildopa dapat menyebabkan hipotensi akut (penurunan tekanan darah terlalu cepat dalam waktu singkat) .

Dosis ventolin nebulizer

Ventolin nebulizer (salbutamol) diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • bronkospasme kronis yang tidak memberikan respons terhadap terapi konvensional dan untuk asma akut yang berat : Dewasa dan anak > 18 bulan 2.5 mg, diberikan sampai 4 x sehari, atau 5 x bila perlu, tetapi perlu segera dipantau hasilnya, karena mungkin diperlukan alternatif terapi lain. Efektivitas untuk anak < 18 bulan masih diragukan.
  • dosis lazim salbutamol klik di sini.

Terkait

  • merk-merk obat dengan kandungan zat aktif salbutamol
  • obat yang termasuk short acting β-adrenergic receptor agonist

Semoga bermanfaat !

cara pemesanan, klik link disini 

Mastha medica menyediakan berbagai macam Nebulizer dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Jual Nebulizer Philips Murah

Jual Nebulizer Omron NE C801 KD

Bagikan informasi tentang Ventolin Nebulizer: Manfaat, Dosis, & Efek Samping kepada teman atau kerabat Anda.

Ventolin Nebulizer: Manfaat, Dosis, & Efek Samping | Mastha Medica

Belum ada komentar untuk Ventolin Nebulizer: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 12%
Rp 925.000 Rp 1.050.000
Ready Stock
SIDEBAR
})